Farida Zed: Ginting Institute Membantu Perkuat Tata Kelola dan Pengembangan SMP-SMK Plus BLM

screenshot 2026 05 19 101207

Ketua Yayasan Bina Bangsa Anak Indonesia (YBBAI), Ibu Ir. Farida Zed, ME., MA, menilai kolaborasi dengan Ginting Institute menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan SMP-SMK Plus BLM di Lengkong, Tangerang Selatan. Kerja sama yang dimulai sejak 2018 itu dinilai tidak hanya membantu penguatan sistem sekolah, tetapi juga membuka peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.

Farida menjelaskan, sekolah yang awalnya hanya berupa SMP kini telah berkembang menjadi SMP dan SMK dengan jumlah sekitar 350 siswa. Sekolah tersebut berdiri di kawasan Lengkong, wilayah yang memiliki nilai sejarah karena menjadi tempat perjuangan almarhum Prof. Subroto pada masa kemerdekaan Indonesia.

“Komitmen kami sejak awal adalah melanjutkan amanah Pak Subroto untuk membangun kapasitas sumber daya manusia anak-anak di Lengkong,” ujar Farida dalam wawancara.

Menurut dia, posisi Lengkong yang berada di kawasan industri Tangerang membuat pendidikan vokasi menjadi penting. Sekolah diharapkan mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga siap mengisi kebutuhan dunia kerja di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Namun, Farida menegaskan bahwa pendidikan di SMP-SMK Plus BLM tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual. Yayasan juga menempatkan pembentukan karakter dan budi pekerti sebagai fondasi utama pendidikan.

“Kami selalu menekankan bahwa anak-anak tidak hanya harus pintar secara intelektual, tetapi juga memiliki adab dan fondasi moral yang kuat,” katanya.

Dalam perjalanannya, pihak yayasan menyadari pengembangan sekolah membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Di titik itulah kerja sama dengan Ginting Institute mulai dibangun. Meski sempat terhambat pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah program vakum hampir tiga tahun, Farida menilai hubungan kolaboratif tersebut kini mulai kembali berjalan dan menunjukkan hasil nyata.

Salah satu kontribusi utama Ginting Institute, kata Farida, terlihat pada penguatan sistem administrasi dan tata kelola yayasan. Pendampingan dilakukan mulai dari operasional sekolah hingga pengelolaan administrasi dan keuangan.

“Kami mendapatkan pendampingan dari profesional yang disediakan oleh Ginting Institute, sehingga tata kelola sekolah menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Selain tata kelola, Farida juga menyoroti perkembangan koperasi sekolah yang dibangun bersama Ginting Institute. Awalnya koperasi hanya berfungsi memenuhi kebutuhan internal sekolah, namun kini mulai berkembang menjadi unit dengan aset yang terus bertumbuh.

“Kami sangat bangga dengan perkembangan koperasi ini. Sekarang bukan lagi sekadar koperasi kebutuhan sekolah, tetapi sudah mulai berkembang dengan baik dan punya potensi besar untuk terus dikembangkan,” katanya.

Farida melihat Ginting Institute bukan sekadar mitra pendukung, tetapi partner strategis dalam membangun kualitas pendidikan di wilayah Lengkong dan Tangerang Selatan. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.

“Kami berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat yang nyata bagi pembangunan sumber daya manusia. Harapannya, anak-anak di Lengkong dan Tangerang Selatan bisa berkembang dan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas,” ujarnya.

Bagi Farida, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi dari sejauh mana sekolah mampu menciptakan generasi yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.