
Seni bukan sekadar objek untuk dilihat, tetapi ruang untuk merasakan, berdialog, dan memahami kembali hubungan manusia dengan dunia di sekitarnya. Berangkat dari gagasan tersebut, Ginting Institute bersama Galeri ZEN1 dan Kiniko Art mempersembahkan pameran bersama bertajuk “Rimpang Rasa, Narasi Rawan” melalui program SAHAJA: Kala Rupa Bersua.
Pameran ini menghadirkan perjumpaan antara karya seni dari berbagai generasi, waktu, dan pengalaman hidup. Setiap karya diposisikan bukan sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari rantai penciptaan yang terus bergerak di mana inspirasi, tradisi, pengalaman personal, serta nilai-nilai etis saling terhubung dan membentuk narasi baru.
“Rimpang Rasa, Narasi Rawan” mengajak publik melihat seni sebagai sebuah percakapan panjang. Karya yang telah hadir sebelumnya bertemu dengan karya yang lahir sebagai respons, menciptakan hubungan antara masa lalu, masa kini, dan kemungkinan masa depan.
Bagi Ginting Institute, seni memiliki peran yang lebih luas dari sekadar pengalaman estetika. Seni harus mampu hadir di tengah masyarakat, membuka ruang percakapan, membangun empati, serta mendorong kesadaran dan tindakan.
Pemikiran tersebut menjadi salah satu dasar perjalanan Daniel Ginting sebagai kolektor seni sekaligus penulis buku Rimpang Rasa. Baginya, mengoleksi karya seni bukan hanya tentang memiliki objek, tetapi tentang memahami cerita, perjalanan, dan nilai yang melekat di balik sebuah karya.
“Rimpang Rasa, Narasi Rawan” dikuratori oleh Rizki A. Zaelani, yang menghadirkan pendekatan kuratorial tentang bagaimana karya seni dapat saling merespons dan membentuk jaringan makna.
Pameran ini menghadirkan karya dari sejumlah seniman lintas pendekatan, yaitu Andry Boy Kurniawan, Budi Kustarto, Daniel Timbul, Eko Rachmiyanto, Jumaldi Alfi, Lugas Syllabus, M. Irfan, Radetyo Itok, S Dwi Stya Acong, dan Ugo Untoro.
Melalui beragam medium dan perspektif, para seniman menghadirkan eksplorasi tentang pengalaman manusia, ingatan, perubahan zaman, serta bagaimana seni terus berkembang melalui proses perjumpaan.
Rangkaian pembukaan pameran akan diawali dengan diskusi publik yang menghadirkan Daniel Ginting (Penulis Buku Rimpang Rasa), Rizki A. Zaelani (Kurator), dan Ugo Untoro (Seniman) dengan moderator Jumaldi Alfi. Diskusi ini menjadi ruang untuk membahas hubungan antara koleksi, penciptaan karya, dan bagaimana seni membangun komunikasi lintas generasi.

Pameran kemudian akan resmi dibuka oleh Daniel Ginting pada Sabtu, 20 Juni 2026. Kehadiran pameran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem seni yang lebih terbuka di mana galeri, seniman, kolektor, dan masyarakat dapat bertemu dalam ruang dialog yang saling memperkaya.
Melalui SAHAJA: Kala Rupa Bersua, “Rimpang Rasa, Narasi Rawan” menunjukkan bahwa seni selalu memiliki kehidupan yang melampaui ruang pamer. Ia tumbuh melalui hubungan, pengalaman, dan pertemuan manusia yang terus menciptakan makna baru.
Pameran ini berlangsung pada 20 Juni – 20 Juli 2026 di Kiniko Art, Kalipakis, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta dan terbuka untuk publik.
