
Ginting Institute memulai agenda strategis tahun 2026 dengan memaparkan program kerja pada Jumat, 20 Februari 2026 lalu. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Founder dan Co Founder Daniel Ginting dan Kiki Pulungan, Direktur Eksekutif Sisi Soeratman-Suhardjo, pengurus Yayasan Bina Bangun Anak Indonesia (YBBAI) dimana Ginting Institute adalah mitra YBBAI dalam mengelola Sekolah Plus BLM, dan para sahabat Ginting Institute.
Sejak awal, Ginting Institute menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam setiap program. Bukan hanya sebagai konsep, melainkan sebagai praktik nyata dalam pendidikan, lingkungan, dan literasi kebangsaan.
Program Kerja 2026: Etika sebagai Fondasi
Dalam sesi pemaparan menekankan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian akademik. Pendidikan harus melahirkan manusia yang sadar nilai, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.
Program kerja 2026 dirancang dengan pendekatan multidimensi, mencakup pendidikan, lingkungan, serta penguatan literasi sejarah, seni dan budaya.
Beberapa program utama yang disampaikan antara lain:
1. Pendampingan Sekolah Plus BLM
Program ini menjadi prioritas strategis dalam penguatan kualitas pendidikan berbasis nilai dan etika. Pendampingan dilakukan secara komprehensif, mencakup pengembangan kurikulum berbasis etika, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan sistem pembelajaran yang berorientasi pada karakter. Ginting Institute berkomitmen memastikan Sekolah Plus BLM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang aman bagi pertumbuhan siswa secara emosional dan sosial.
2. Pengelolaan Sampah Plastik di Bali
Menjawab tantangan lingkungan yang semakin mendesak, Ginting Institute turut mengambil peran aktif dalam program pengelolaan sampah plastik di Bali. Inisiatif ini bertujuan membangun kesadaran kolektif mengenai tanggung jawab ekologis, sekaligus mendorong sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Edukasi lingkungan menjadi bagian integral, terutama bagi generasi muda, agar etika tidak hanya berhenti pada relasi antarmanusia, tetapi juga relasi dengan alam.
3. Menjaga Hutan sebagai Mitigasi Bencana
Isu perubahan iklim dan bencana alam menjadi perhatian serius. Program pelestarian hutan difokuskan sebagai langkah mitigasi bencana sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem. Hutan dipahami bukan hanya sebagai sumber daya, tetapi sebagai penyangga kehidupan. Dalam perspektif etika, menjaga hutan adalah bentuk tanggung jawab lintas generasi.
4. Penerbitan Historical Fiction Novel
Di bidang literasi dan kebudayaan, Ginting Institute juga akan menerbitkan novel historical fiction yang mengangkat narasi sejarah dengan pendekatan humanis. Proyek ini bertujuan membangun kesadaran sejarah, memperkuat identitas, serta menghadirkan pembelajaran nilai melalui medium sastra. Sejarah tidak hanya dihafal, tetapi dipahami sebagai pengalaman manusia yang membentuk masa kini.
Diskusi Etika dan Support System
Setelah pemaparan program kerja, acara dilanjutkan dengan diskusi mendalam mengenai etika dalam kehidupan dan pentingnya support system dalam dunia pendidikan. Para akademisi dan pejabat Sekolah BLM menyoroti bahwa di tengah percepatan teknologi dan tekanan kompetisi global, pendidikan harus tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
Support system yang kuat baik dari institusi, keluarga, maupun komunitas dipandang sebagai kunci menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Pendampingan emosional, komunikasi terbuka, serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan siswa dan guru menjadi elemen yang tak terpisahkan dari pendidikan beretika.
Menutup dengan Kebersamaan
Acara ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh refleksi. Momen ini menegaskan bahwa kerja institusi bukan sekadar agenda administratif, melainkan perjalanan kolektif yang dibangun atas dasar kebersamaan dan nilai.
Melalui program kerja 2026, Ginting Institute menegaskan posisinya sebagai lembaga yang tidak hanya berorientasi pada capaian, tetapi pada makna dan etika. Dengan semangat Membangun Etika, Merangkul Kemanusiaan, Ginting Institute melangkah ke depan membawa visi pendidikan dan sosial yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.







